TOJO UNA-UNA:Bahu jalan nasional di Desa Padapu, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, ambruk akibat longsor. Kondisi jalan saat ini menyempit sehingga setiap kendaraan yang berpapasan harus bergiliran melintas.
Dari pantauan wartawan Liputan 86Net di lokasi, Minggu 26/4/2026, penanganan yang dilakukan saat ini hanya menggunakan kawat bronjong yang diisi batu. Beberapa pekerja tampak aktif memasang bronjong di kaki tebing untuk menahan tanah agar tidak longsor susulan.
Pekerjaan yang terkesan darurat ini memicu pertanyaan publik. Pasalnya, ruas Padapu merupakan jalan nasional vital penghubung Palu-Poso-Tojo Una-Una yang berada di tepi tebing dan berbatasan langsung dengan laut.
Ketua DPW LPK Sulawesi Tengah ABD Rahman Tjani,mempertanyakan kesesuaian spesifikasi pekerjaan tersebut. “Bronjong memang boleh untuk darurat. Tapi kalau tebingnya tinggi dan di bibir pantai seperti Padapu, apakah kuat? Ini jangan sampai jadi proyek asal-asalan,” tegasnya.
Berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga Divisi 3.2, bronjong hanya disyaratkan untuk penahan tebing dengan tinggi di bawah 6 meter dan harus duduk di fondasi tanah keras. Jika tanpa desain teknis (DED) yang matang, kawat tidak SNI, dan isinya campur tanah, maka bronjong justru berbahaya karena mudah ambles.
Seorang Pengendara yang Saat Itu melintas mengaku waswas. “Takut sekali, apalagi malam. Di bawah laut, di atas mobil cuma bisa gantian. Harusnya langsung dibuat talud beton permanen,” ujar salah satu sopir ekspedisi.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ditemukan papan informasi proyek di lokasi yang memuat nilai kontrak, nama kontraktor, dan masa pelaksanaan pekerjaan, sebagaimana diamanatkan UU Keterbukaan Informasi Publik.
LPK Sulteng mendesak Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah untuk:
1. *Memonitor langsung* dan menjelaskan ke publik status penanganan di Padapu: darurat atau permanen.
2. *Membuka DED dan hasil uji lab kawat bronjong* untuk memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi SNI 03-0090-1999.
3. *Memasang rambu dan PJU sementara* untuk mencegah kecelakaan di malam hari selama perbaikan.
“Ini jalan nasional, urat nadi ekonomi Touna. Jangan sampai menunggu korban jiwa baru ditangani permanen. BPJN harus transparan,” tutup Ketua DPW LPK Sulteng.Adi,015
TOJO UNA-UNA:Bahu jalan nasional di Desa Padapu, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, ambruk akibat longsor. Kondisi jalan saat ini menyempit sehingga setiap kendaraan yang berpapasan harus bergiliran melintas.
Dari pantauan wartawan Liputan 86Net di lokasi, Minggu 26/4/2026, penanganan yang dilakukan saat ini hanya menggunakan kawat bronjong yang diisi batu. Beberapa pekerja tampak aktif memasang bronjong di kaki tebing untuk menahan tanah agar tidak longsor susulan.
Pekerjaan yang terkesan darurat ini memicu pertanyaan publik. Pasalnya, ruas Padapu merupakan jalan nasional vital penghubung Palu-Poso-Tojo Una-Una yang berada di tepi tebing dan berbatasan langsung dengan laut.
Ketua DPW LPK Sulawesi Tengah ABD Rahman Tjani,mempertanyakan kesesuaian spesifikasi pekerjaan tersebut. “Bronjong memang boleh untuk darurat. Tapi kalau tebingnya tinggi dan di bibir pantai seperti Padapu, apakah kuat? Ini jangan sampai jadi proyek asal-asalan,” tegasnya.
Berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga Divisi 3.2, bronjong hanya disyaratkan untuk penahan tebing dengan tinggi di bawah 6 meter dan harus duduk di fondasi tanah keras. Jika tanpa desain teknis (DED) yang matang, kawat tidak SNI, dan isinya campur tanah, maka bronjong justru berbahaya karena mudah ambles.
Seorang Pengendara yang Saat Itu melintas mengaku waswas. “Takut sekali, apalagi malam. Di bawah laut, di atas mobil cuma bisa gantian. Harusnya langsung dibuat talud beton permanen,” ujar salah satu sopir ekspedisi.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ditemukan papan informasi proyek di lokasi yang memuat nilai kontrak, nama kontraktor, dan masa pelaksanaan pekerjaan, sebagaimana diamanatkan UU Keterbukaan Informasi Publik.
LPK Sulteng mendesak Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah untuk:
1. *Memonitor langsung* dan menjelaskan ke publik status penanganan di Padapu: darurat atau permanen.
2. *Membuka DED dan hasil uji lab kawat bronjong* untuk memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi SNI 03-0090-1999.
3. *Memasang rambu dan PJU sementara* untuk mencegah kecelakaan di malam hari selama perbaikan.
“Ini jalan nasional, urat nadi ekonomi Touna. Jangan sampai menunggu korban jiwa baru ditangani permanen. BPJN harus transparan,” tutup Ketua DPW LPK Sulteng.Adi,015
















Komentar