oleh

DUGAAN KORUPSI PENYALAHGUNAAN REKOMENDASI BBM SUBSIDI NELAYAN, NAMA KABID P2TPI, DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PARIGI MOUTONG MASHENING TERSERET

banner 468x60

Liputan86.Net.Parimo.Sejumlah elemen masyarakat dan pemerhati hukum Sulawesi Tengah mendesak kejaksaan untuk melakukan pemeriksaan ke sejumlah pejabat di lingkungan instansi pemerintah dinas perikanan dan kelautan kabupaten Parigi Moutong bidang P2TPI yang di koordinir oleh kepala bidang berinisial M.selaku penanggung jawab bidang perizinan tersebut yang menjadi sumber kericuhan saat pelayanan jergen/galon di hampir semua SPBU,di kabupaten Parigi Moutong Dengan menggunakan barcode nelayan..

Salah seorang pemerhati hukum, DR. ANDI MURIS. SPD. SH. MH… Menegaskan bahwa penyalahgunaan ini berindikasi korupsi karena terjadinya suap menyuap sebagai posisi tawar besarnya kuoto;serta penerbitannya tanpa mengalami hambatan.. ia menambahkan kejaksaan segera mengambil langkah kongkrit guna menyelamatkan nelayan kecil,yang masih banyak membutuhkan subsidi.

banner 336x280

Penyalahgunaan rekomendasi BBM bersubsidi untuk kebutuhan nelayan tersebut terjadi di sejumlah SPBU di kabupaten Parigi Moutong, rekomendasi yang di keluarkan oleh dinas perikanan melalui bidang P2TPI selaku penanggung jawab adalah kepala bidang berinisial M di duga telah menyalahgunakan rekomendasi tersebut untuk di perjual belikan ke sejumlah pengepul atau mafia BBM bersubsidi dan karyawan SPBU, hal tersebut di ketahui setelah tim media melakukan investigasi selama berbulan bulan dan mendapatkan keterangan dari beberapa karyawan SPBU mensung bahwa ia mendapatkan barcode nelayan dari Kabid P2TPI Berinisial M.

Bahkan kepala bidang P2TPI, Mashening Adi duga sengaja menerbitkan barcode ke salah seorang pengepul kelas satu di SPBU mensung melalui perantara berinisial, FP yg juga seorang meneger di SPBU tersebut pengepul yang di maksud adalah berinisial, AR. Oknum tersebut tidak memiliki bagang dan Ketiganya di duga berkolaborasi untuk memuluskan para mafia solar subsidi lebih leluasa serta mudah mendapatkannya, sementara warga lainya yang mengajukan permohonan untuk mendapatkan rekomendasi BBM bersubsidi harus melalui prosedur yang begitu ketat, serta tidak mudah mendapatkan rekomendasi tersebut, rekomendasi BBM bersubsidi hanya untuk orang2 yg memiliki uang atau hanya orang orang tertentu yang bisa mendapatkannya dengan mudah… Sementara yang lainnya di persulit sedemikian rupa ujarnya.

Selanjutnya tiem media mendapatkan sejumlah pelanggaran dan penyalahgunaan rekomendasi BBM bersubsidi yang tidak secara prosedural bagi orang orang tertentu sementara yang lainnya harus melalui proses yang ketat dan sangat menyulitkan tanpa kebijakan dari pihak dinas perikanan,dan kelautan kabupaten Parigi Moutong. hal tersebut di ketahui dari salah seorang pengepul yang tidak mau di sebutkan identitasnya bahwa ia hanya memasukkan KTPnya dan di bantu oleh oknum berinisial FP sebagai penghubung ke kepala bidang P2TPI Mashening..

Kemudian kepala bidang P2TPI,Mashening sengaja menerbitkan rekomendasi barcode nelayan ke salah seorang pengepul kelas satu di SPBU mensung melalui perantara berinisial, FP yg juga seorang meneger di SPBU “Oknum tersebut tidak memiliki bagang dan Ketiganya di duga berkolaborasi untuk memuluskan para mafia solar subsidi lebih leluasa serta mudah mendapatkannya, sementara warga lainya yang mengajukan permohonan untuk mendapatkan rekomendasi BBM bersubsidi harus melalui prosedur yang begitu ketat, serta tidak mudah mendapatkan rekomendasi tersebut, rekomendasi BBM bersubsidi hanya untuk orang2 yg memiliki uang atau hanya orang orang tertentu yang bisa mendapatkannya dengan mudah… Sementara yang lainnya di persulit sedemikian rupa tegasnya.

Sementara kepala dinas perikanan dan kelautan kabupaten Parigi Moutong saat di konfirmasi tidak memberikan tanggapan terkait dugaan penyalahgunaan rekomendasi barcode BBM bersubsidi oleh kepala bidang P2TPI Mashening.

Informasi yang di himpun Tiem Media ini menyebutkan , barcode yang semestinya menjadi akses nelayan untuk memperoleh BBM bersubsidi di desa ogomolos kecamatan mepanga yang di duga tidak di salurkan sebagaimana mestinya , oknum pengepul yang biasanya beroperasi di SPBU mensung Di terlibat dalam praktek penyalahgunaan rekomendasi barcode nelayan bersubsidi.

Alih alih di berikan kepada nelayan yang berhak, barcode tersebut di duga di perjualbelikan kepada pihak lain mulai dari harga 200 ribu hingga 500 ribu rupiah bbm bersubsidi jenis pertalite yg di koordinir langsung oleh UPTD desa ogotion.. dan solar subsidi dengan harga 500 ribu hingga 1000.000 juta rupiah.

Hal yang paling mengejutkan lagi tiem media mendapatkan sejumlah temuan bahwa adanya dugaan data nelayan yang sudah ada di dinas perikanan di buatkan rekomendasi barcode nelayan solar subsidi dan pertalite baik yang baru di terbitkan maupun untuk perpanjangan, tampa sepengetahuan pemilik data,dan di duga di perjualbelikan oleh oknum di dinas perikanan dan kelautan kabupaten Parigi Moutong, kepada mafia BBM bersubsidi.

Hingga berita ini di turunkan tiem media masih berupaya menghubungi kepala dinas perikanan dan kelautan kabupaten Parigi Moutong Selasa 01september 2026 namun belum juga ada tanggapan dan nama kabid P2TPI yang di sebutkan dalam relis berita ini menutup komunikasi dengan tiem media dengan memblokir nomor kontak(.Faisal SH).

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed