oleh

Evaluasi dan Tantangan Program Cetak Sawah di Uematopa. “Kadis !!! tidak ada Alih Fungsi Tetap Padi Sawah Bukan Padi Ladang.

banner 468x60

Tojo Una-Una, Liputan86.Net.
Dinas Ketahanan Pangan bersama TNI terus evaluasi program cetak sawah seluas 220 hektare di wilayah Uematopa, Kecamatan Ulubongka. Evaluasi dilakukan menyusul sejumlah kendala yang dihadapi sejak program dimulai tahun 2025.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Tojo Una-Una, Ir Albar Amir ST MT, mengungkapkan keterlambatan distribusi benih dan menurunnya debit air akibat dampak El Nino menjadi tantangan utama. Hal ini menyebabkan sebagian petani beralih menanam nilam sebagai tanaman alternatif.

banner 336x280

Dari total 220 hektare area cetak sawah, sebanyak 150 hektare berada di Desa Uematopa dan 70 hektare di dusun lain. Baru sekitar 10 hektare yang sempat ditanami, namun gagal panen karena kemarau panjang. “Tidak ada alih fungsi lahan, kontrak kerja jelas untuk padi sawah, bukan padi ladang. Program ini dicetak TNI pada 2025,” ujar Albar saat wawancara di ruang kerjanya, Selasa (21/10/2026).

Albar menjelaskan bantuan dana olah lahan sebesar Rp900.000 per hektare telah disiapkan, namun terkendala rekening Kelompok Tani (Poktan) yang belum aktif serta jarak wilayah yang sulit dijangkau. Selain itu, bantuan alat dan racun rumput juga terkendala distribusi BBM untuk alat mesin TNI serta pergantian pejabat yang menyebabkan proses pengadaan benih terhambat.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya kini berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mempercepat pengadaan benih. Pihaknya juga mendorong Poktan segera mengaktifkan rekening, melakukan sosialisasi bersama Wakil Bupati, penyuluh pertanian. “Kami menunggu curah hujan agar dapat dilakukan penyemprotan racun rumput, sekaligus memastikan alat dari TNI bisa digunakan maksimal,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat dapat menyikapi program ini secara positif dan bantuan yang ada secara optimal demi menjaga ketahanan pangan daerah. “Kami optimistis jika koordinasi terus diperkuat, target cetak sawah 220 hektare bisa berjalan sesuai rencana,” tutupnya.

Laporan: M. Ichan,Sulteng Liputan86.Net.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *