oleh

Jika FKUB, Kemenag dan Pemda Bersinergi Baik, Prof Zainal Yakin Sulteng Bisa Jadi Daerah Rujukan Moderasi Beragama

-Berita-18 Dilihat
banner 468x60

FKUB SULTENG – Sulawesi Tengah kini tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam peta kerukunan nasional. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, menegaskan visi besarnya untuk menjadikan Bumi Tadulako sebagai daerah rujukan moderasi beragama di Indonesia.

Visi tersebut disampaikan Prof. Zainal dalam kunjungan silaturahmi pengurus FKUB Sulteng ke kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulteng, Rabu 21 Januari 2026. Kehadiran rombongan FKUB disambut hangat oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulteng yang baru saja dilantik, Dr. H. Junaidin, S.Ag., M.A.

banner 336x280

Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, Prof Zainal yakin indeks kerukunan Sulawesi Tengah akan terus meningkat.

Menurut Rais Syuriyah PBNU itu, harapan menjadikan Sulawesi Tengah menjadi daerah rujukan kerukunan di Indonesia itu bukan hal yang mustahil.

“Kalau mau lihat keamanan dan kerukunan, datang ke Sulawesi Tengah. Saya kira ini harapan kita. Dan ini bukan cita-cita yang terlalu melangit. Apalagi kalau sudah berkolaborasi antara Pemda, Kemenag dan FKUB, saya kira ini bisa terwujud,” jelas Prof Zainal.

Sebab kata Prof Zainal, ada anggapan orang luar yang kurang baik dilekatkan dengan Sulawesi Tengah.

Sehingga sinergi, kolaborasi dan kerja sama antara berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membersihkan stigma yang melekat di daerah ini bahkan jika kerja-kerja merawat kerukunan dan moderasi beragama ini berjalan dengan baik, harapan menjadikan Sulawesi Tengah sebagai daerah rujukan kerukunan itu dapat dicapai.

Kepada Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Prof Zainal juga menyampaikan bahwa salah satu tantangan menjalankan program-program merawat serta memperkuat kerukunan dan penguatan pemahaman moderasi beragama saat ini ialah karena adanya efisiensi anggaran.

Prof Zainal mengakui semua instansi dan lembaga saat ini terdampak efisiensi yang sedang dijalankan Pemerintah pusat. Tidak terkecuali FKUB Sulteng yang anggarannya juga terdampak efisiensi.

Meski begitu Prof Zainal menyampaikan kerja-kerja merawat kerukunan di akar rumput jangan sampai berhenti karena adanya efisiensi anggaran.

FKUB Sulteng lanjut Prof Zainal dengan adanya efisiensi ini terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak agar program-program yang telah direncanakan tetap dapat dilaksanakan di tengah keterbatasan anggaran.

Salah satu inovasi yang dilakukan FKUB Sulteng ialah dengan melakukan program kemitraan dengan cara bekerja sama dengan pihak lain.

Prof Zainal juga mengajak Kanwil Kemenag Sulteng jalan bersama menjalankan program-program merawat kerukunan dan keharmonisan di Sulawesi Tengah.

“Dengan segala keterbatasan anggaran, kita ingin membangun kemitraan. Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar memahami moderasi beragama dengan baik dan benar. Niat kita cuma satu bagaimana mengabdi dan merawat kerukunan di Sulawesi Tengah,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Prof Zainal juga menyampaikan hubungan baik dan kolaborasi yang selama ini telah terjalin dengan baik antara FKUB Sulteng dengan Kanwil Kemenag Sulteng dapat diturunkan ke tingkat kabupaten kota dengan pola yang sama.

Prof Zainal berharap, Kemenag Kabupaten Kota seSulawesi Tengah juga dapat membangun kemitraan dan kolaborasi serta sinergi yang baik dengan FKUB Kabupaten Kota seSulteng.

Jika diperkuat dengan dukungan Pemda di semua jenjang, Prof Zainal yakin kerja-kerja merawat kerukunan dan keharmonisan ini dapat berjalan dengan baik.

“Apalagi harapan kita mendapatkan Harmony Award 2026. Kita bersinergi, dengan Pemerintah Kabupaten Kota dan Provinsi. Kalau sinergi kolaborasi itu berjalan baik, kita harapkan indeks kerukunan juga baik. Sehingga Harmony Award bisa kita capai,” jelas Ketua MUI Palu itu.

Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Dr. H. Junaidin, S.Ag., M.A menyambut baik kedatangan pengurus FKUB Sulteng.

Dr. H. Junaidin mengakui telah melihat langsung dampak positif dari kerja-kerja yang selama ini dijalankan FKUB Sulteng.

Ia menyebut di bawah kepemimpinan Prof Zainal, FKUB Sulteng terasa makin merakyat. Hadir di tengah-tengah umat dengan berbagai program yang dijalankan.

“Kita bisa merasakan eksistensi dan keberadaan FKUB. Banyak hal yang bisa kita rasakan dalam hal merawat kerukunan,” katanya.

Dr. H. Junaidin menjelaskan salah satu program utama Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menteri Agama, Nasaruddin Umar ialah merawat kerukunan.

Menurutnya, tanggung jawab merawat kerukunan ialah tugas bersama. Sehingga Kepala Kanwil Kemenag Sulteng itu menyambut baik program kemitraan yang diajukan FKUB Sulteng.

“Saya kira memang terkait kerukunan ini menjadi tugas bersama kita. Termasuk tanggung jawab kita di Kemenag. Apalagi ada Asta Protas, salah satunya merawat kerukunan. Sehingga penting bagi kita melakukan penguatan moderasi beragama,” jelasnya.

Ia berharap FKUB Sulteng terus menjalankan program-program merawat kerukunan sebab telah teruji selama ini dan manfaatnya dirasakan masyarakat lintas agama.

Lembaga yang dipimpin Prof Zainal itu kata dia telah berhasil mempererat hubungan baik antar umat beragama di Sulawesi Tengah. Hal ini juga dibenarkan para Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) berbagai agama di Kemenag Sulteng yang turut hadir dalam pertemuan ini.

“Kita tahu FKUB ini sebuah wadah penting dan mitra bagi Kementerian Agama. Sudah teruji FKUB ini sebagai perawat kerukunan di Sulawesi Tengah,” ucapnya.

Dr. H. Junaidin berkomitmen untuk mendukung dan memberikan support kegiatan-kegiatan penguatan moderasi beragama yang dilakukan FKUB.

Ini juga kata dia akan turunkan ke tingkat kabupaten kota sehingga dapat menjalin komunikasi dan sinergi yang baik dengan FKUB di wilayah masing-masing.

“Moderasi beragama ini sangat luar biasa positifnya untuk Sulawesi Tengah. Moderasi beragama bukan lagi sebatas konsep. Ini telah menjadi tawaran gagasan yang bisa diterima masyarakat secara umum,” jelasnya.

Dalam pertemuan hangat ini, Sekretaris FKUB Sulteng, Dr. H. Muh Munif Godal, MA menyatakan tekad yang kuat FKUB Sulteng untuk merawat kerukunan di tanah tadulako ini.

Dr. Munif Godal yakin pilihan Menteri Agama kepada Dr. Junaidin sebagai Kepala Kanwil Kemenag Sulteng adalah pilihan yang tepat setelah penantian panjang kekosongan jabatan 01 Kemenag Sulteng.

“Kami berharap dari pertemuan ini dapat terbangun kolaborasi dan sinergi kuat antara Kemenag Sulteng dengan FKUB Sulteng,” jelas Dr. Munif Godal.R,01

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *