TOJO UNA-UNA, http://Liputan86.Net – Korlap Pimpinan Aksi Aliansi GERAM (Gerakan Rakyat dan Mahasiswa) Tojo Una-Una, Irham Damopolii, memberikan tanggapan atas aksi yang digelar pada Minggu, 19 Oktober 2026.
Melalui konfirmasi WhatsApp kepada redaksi http://Liputan86.Net, Irham mengungkapkan kekecewaan massa aksi karena tidak ada kejelasan dari tiga titik aksi yang mereka datangi.
> “Ini untuk tuntutan aksi kami tadi bang. Kalau tanggapan daripada aksi tadi, saya rasa tidak ada kejelasan daripada 3 titik aksi tadi,” ujar Irham.
Titik Pertama: Kantor Bupati Tojo Una-Una Kosong Tanpa Pejabat
Irham menjelaskan, di titik pertama yakni Kantor Bupati Tojo Una-Una, massa aksi tidak mendapatkan kejelasan karena para pimpinan daerah tidak ada di kantor.
> “Terutama di Bupati kami tidak dapat kejelasan karena para pimpinan tidak ada di kantor Bupati seperti Bupati, Wabup dan juga Sekda. Terus Asistennya tidak tahu 3 pejabat ini keluar kota kemana dan untuk apa, itu yang membuat kami geram tadi dan langsung beranjak ke DPRD,” ungkapnya.
Titik Kedua: Polres – Kasus Pelecehan di Tombiano
Sementara untuk titik kedua di Polres Tojo Una-Una terkait kasus dugaan pelecehan yang terjadi di Tombiano, pihak kepolisian menyebut telah menindaklanjuti laporan tersebut.
> “Kalau di Polres tentang pelecehan yang ada di Tombiano katanya mereka sudah tindak lanjuti, jadi saya rasa itu perlu pengawalan dan kejelasan juga dalam proses tindak lanjut,” kata Irham.
Titik Ketiga: DPRD – Bakar Ban, Tak Ada Anggota Dewan
Puncak kekecewaan massa terjadi di titik ketiga, Gedung DPRD Tojo Una-Una. Massa aksi yang membakar ban dan menyalakan api semangat dengan orasi-orasi, menginginkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan anggota dewan, namun tak satu pun anggota dewan hadir.
> “Di DPR kami bakar ban dan menyalakan api semangat dengan orasi-orasi, kami juga mengincar RDP dengan anggota dewan tetapi tidak ada satupun anggota yang menghadiri, itu yang membuat masa aksi marah karena masa aksi hanya diterima oleh Sekwan (Sekretaris Dewan),” tegasnya.
Karena desakan massa, akhirnya tetap diadakan RDP meski hanya dipimpin Sekwan. Dalam RDP tersebut, aliansi hanya memaparkan tuntutan dan disepakati akan diadakan kembali RDP lanjutan pada tanggal *21 Oktober 2026*.
Aliansi GERAM Siap Kawal
Aliansi GERAM menegaskan akan terus mengawal tuntutan mereka dan memastikan semua proses ditindaklanjuti secara transparan.
Reporter: Wiranto http://Liputan86.Net
Narasumber: Irham Damopolii – Korlap Aliansi GERAM Tojo Una-Una




















Komentar