oleh

Nelayan Hilang di Perairan Parigi, Operasi SAR Gabungan Bergerak Cepat, Korban Ditemukan Selamat*

-Berita-14 Dilihat
banner 468x60

Parigi Moutong — Kepanikan sempat menyelimuti warga pesisir Parigi setelah seorang nelayan bernama Syamun (36) dilaporkan tidak kembali dari melaut di Perairan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (21/01/2026) dan langsung direspons cepat oleh Operasi SAR Gabungan yang melibatkan berbagai unsur.

Personel SAR gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Parigi Moutong, personel Ditpolairud Polda Sulawesi Tengah, Basarnas Pos Parigi, serta satu orang nelayan yang menjadi saksi, dikerahkan untuk melakukan pencarian intensif di sekitar perairan tempat korban terakhir terlihat.

banner 336x280

Korban Syamun dilaporkan terakhir berada di sekitar rompon—alat bantu penangkapan ikan—sebelum akhirnya tidak diketahui keberadaannya. Keterlambatan korban kembali ke darat memicu kekhawatiran keluarga dan nelayan setempat, yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Kasat Polairud Polres Parigi Moutong, IPTU Gigih Winanda, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan unsur terkait untuk melaksanakan operasi pencarian.

“Begitu menerima informasi adanya nelayan yang belum kembali dari melaut, kami langsung mengerahkan personel Satpolairud dan berkoordinasi dengan Ditpolairud Polda Sulteng serta Basarnas Pos Parigi untuk melakukan operasi SAR gabungan,” ujar IPTU Gigih Winanda.

Operasi pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di sekitar lokasi kejadian, khususnya area rompon tempat korban terakhir diketahui berada. Tim SAR juga memperluas radius pencarian dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, dan visibilitas perairan yang dinamis.

“Pencarian kami lakukan secara bertahap dan terukur, menyisir area sekitar rompon hingga memperluas radius pencarian. Faktor cuaca dan arus laut menjadi perhatian utama dalam operasi ini,” tambah IPTU Gigih.

Upaya keras tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil. Setelah beberapa waktu dilakukan pencarian, korban Syamun berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Korban kemudian dievakuasi dan dipastikan tidak mengalami kondisi yang membahayakan nyawanya.

Keberhasilan operasi SAR ini mendapat apresiasi dari keluarga korban dan masyarakat pesisir Parigi, yang menilai kecepatan dan sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam penyelamatan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, IPTU Gigih Winanda juga menyampaikan imbauan tegas kepada para nelayan agar lebih mengutamakan keselamatan saat melaut.

“Kami mengimbau seluruh nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, menggunakan alat keselamatan seperti pelampung, membawa alat komunikasi, serta tidak melaut seorang diri tanpa pengawasan. Keselamatan adalah hal utama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar nelayan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat atau keterlambatan yang tidak wajar saat berada di laut.

Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi SAR gabungan resmi dinyatakan selesai. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat penting akan tingginya risiko aktivitas melaut serta perlunya kesiapsiagaan dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan demi mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.R,01

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *