oleh

Pastikan Layanan Darurat Tak Mati, Wakapolres Parigi Moutong Turun Langsung Cek Call Center 110

-Berita-82 Dilihat
banner 468x60

Parigi Moutong — Di tengah tuntutan masyarakat akan pelayanan kepolisian yang cepat, responsif, dan tanpa cela, Wakapolres Parigi Moutong Kompol Henry Burhanuddin turun langsung melakukan pengecekan operasional Call Center 110, Rabu (28/1/2026). Langkah ini menjadi sinyal tegas bahwa layanan darurat tidak boleh sekadar ada, tetapi harus benar-benar hidup dan bekerja saat masyarakat membutuhkannya.

Pengecekan dilakukan di ruang pelayanan Call Center 110 Polres Parigi Moutong. Kompol Henry tak sekadar memantau dari kejauhan. Ia menguji langsung sistem, mengecek kesiapan personel operator, kestabilan jaringan, hingga alur penanganan laporan masyarakat yang masuk melalui saluran darurat tersebut.

banner 336x280

“Call Center 110 adalah pintu pertama masyarakat ketika berada dalam situasi genting. Kalau pintu ini lambat dibuka, maka kepercayaan publik yang akan terkunci,” tegas Kompol Henry dengan nada serius namun terukur.

Menurutnya, kehadiran layanan 110 bukan hanya soal teknologi, melainkan tentang kecepatan respons dan ketepatan tindakan. Setiap detik keterlambatan bisa berdampak besar bagi keselamatan warga.

Dalam pengecekan tersebut, Wakapolres menekankan pentingnya profesionalisme operator. Ia mengingatkan bahwa suara di balik sambungan telepon adalah representasi wajah Polri di mata masyarakat.

“Operator 110 tidak melihat wajah pelapor, tapi masyarakat menilai Polri dari suara, dari respon, dan dari solusi yang diberikan. Maka tidak ada ruang untuk ragu, apalagi lalai,” ujarnya tajam.

Kompol Henry juga memastikan bahwa setiap laporan yang masuk harus segera ditindaklanjuti oleh fungsi terkait, baik itu Samapta, Reskrim, maupun lalu lintas. Koordinasi lintas fungsi, kata dia, menjadi kunci agar laporan masyarakat tidak berhenti di meja operator.

“110 bukan tempat menampung keluhan tanpa ujung. Setiap panggilan harus berujung pada tindakan nyata,” katanya.

Lebih jauh, Wakapolres menegaskan bahwa pengecekan ini bukan kegiatan seremonial, melainkan bagian dari pengawasan berkelanjutan. Ia memastikan evaluasi akan dilakukan secara rutin guna menjamin layanan 110 selalu siap, kapan pun masyarakat membutuhkan bantuan.

“Kami ingin masyarakat yakin, ketika mereka menekan 110, negara hadir. Polri hadir. Dan kehadiran itu harus terasa,” tandasnya.

Langkah Wakapolres Parigi Moutong ini menjadi cerminan komitmen Polres Parigi Moutong dalam memperkuat pelayanan publik berbasis respons cepat dan kehadiran nyata aparat kepolisian di tengah masyarakat. Di era keterbukaan dan kecepatan informasi, Polri dituntut bukan hanya sigap di lapangan, tetapi juga tangguh di balik sambungan telepon darurat.R,01

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *