Lipunltan86net poso – Bentuk transparansi penyedia jasa bidang konstruksi regarding pekerjaan paket Tagulu – Tentena yang meliputi panjang bentangan sejauh 50 kilometer. Saat ini pengelolaannya tersistem dengan baik dan lancar.
Legal Officer PT Tureloto Battu
Indah kini terus menunjukan karakteristik visi imaginer sebagai perusahaan yang memiliki intergritas yang baik dimata publik, terkonfirmasi belakangan ini pergerakan pengerjaan rauas Tagulu – Tentena kerap disoroti dengan berbagai narasi miring yang terkesan hanya menyudutkan sepihak.
Menanggapi gencarnya presfektif liar dan sorotan publik, maka hal ini dapat dibuktikan dengan adanya klarifikasi dan optimisme dari salah seorang tim teknis yang juga sebagai protokoler lapangan dari PT. Turelato Battu Indah yang meminta identitasnya tidak disebutkan menyatakan dengan sikap tegas dan lugas (assertive) bahwa dalam menyikapi berbagai narasi miring tetntang pengelolaan proyek ini.
hal itu menurutnya wajat-wajar saja sepanjang tidak mempengaruhi stabilitas proses perkembangan aktifitas kegiatan proyek dilapangan. Kini pengerjaan proyek tersebut mengalami gradasi peningkatan yang sugnifikan dan terkendali (under control).
Meski dirundung berbagai mcam pemberitaan miring serta beragam narasi sepihak, justru malah menjadi motivasi dan menjadi sebagai bahan acuan untuk lebih teliti memperbaiki kekurangan, dan secara siatematis untuk tetap memantapkan etos dan kualitas pekerjaan, kontras dan terorganisir dengan perfeksionis overall (secara menyeluruh) sebaik mungkin.
Tak hanya itu bahkan sekarang ini situasi perkembangan pada klaster pengelolaan proyek tersebut, include bersatus plus – upgrade, intens dan terus berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.
“Sejauh ini regarding spesifikasi standar teknis pekerjaan proyek juga berjalan sesuai dengan ketentuan terapan yang ada, bahkan beberapa item pengerjaan juga diproses dengan optimal, konstan dan sepadan, “katanya.
Konsitensi pengelolaan Proyek Multi Years (tahun jamak) preservasi jalan Tagulu – Tentena di diplot dengan masa kontrak selama setahun. proyek tersebut melekat di Dinas Binas Marga Sulawesi Tengah, serta bertumpuh dibawah naungan Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah IV Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulteng.
Sumber dana pekerjaan konstruksi Reservasi segmen ruas Tagulu – Tentena disokong dari dana serapan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesr Rp.114.242.816.000.00 (miliar).
Tak ayal penguatan proses pengerjaan proyek tersebut pada beberapa titik obyek item pekerjaan mengalami gradasi cukup signifikan, mulai dari sekuens stripping (pembersihan), pemadatan tanah dasar (Subgrade), pelapisan pondasi (bawah & atas) penyemprotan prime/tack coat, hingga pemadatan akhir (finshing), “jelasnya.
Lanjut, ia menguraikan bahwa urutan penyesuaian pekerjaan minor ini, kini telah mencapai fase pengerjaan plus yakni melakukan determinasi menurut ukuran dimensi ketebalan material agregat tepat dan presisi.
Rangakaian elevasi jalan untuk kebutuhan kebutuhan material juga telah dikerjakan dengan sempurna, bahkan saat pemadatan tanah dasar crue dilapangan menggunakan alat vibratoy roller atau bulldozer hingga memcapai kepadatan maksimal.
Selain itu fase berikutnya melakukan pemasangan Pindasi bawah (Sub-Base) dan atas (Base-course), pelapisan juga menggunakan batu kali (limestines) gunaya untuk peresapan air dan meopang beban.
Penyemprotan prime coat (aspal cair) dan Tack coat (Aspal emulasi) itu adalah antarlapisan aspal, lalu penghaparan aspal hotmix menggunakan alat berat *Asphalt Dinsher* dengan ketebalan diatur. Setelahnya dilakukan pemadatan Aspal (Compaction) atau pemadatan awal ini menggunakan *Tandem Roller* dan pemadatan antara menggunakan *Pneumatic Tire Roller (PTR)* guna untuk meratakan.
“Kemudian kembali ketahap pemadatan akhir atau Finishing dengan Tandem Roller untuk merapikan permukaan.
Finshing pengecekan akhir hasil pengaspalan, seperti ketebalan dan kerataan serta pengukuran ulang lebar jalan, “urainya.
Ia juga menjelaskan mengenai standar penguatan unsur literal perkerasan material agregat lapis pondasi badan jalan, bahwa ketebalan dan ketahan agregat lapis pondasi awal dan akhir (finishing) itu dipoles dengan sangat pekat dan di optimalkan.
Saat ini gerak tim teknis lapangan tetap terus stenbai melakukan monitoring dalam hal penyelarasan elevaasi untuk kondisi literal penguatan progres pekerjaan, kini tampak mengalami gradasi plus atau peningkatan yang maksimal.
Idealnya, pengelolaan konstruksi pada landsckape ruas road paving (road asphalting) sepanjang 50 kilo meter itu telah berproses ketahap perkerasan pengamaparan hotmix (Asphalt Concrete) atau aspal campuran panas dengan tingkat makksimum yang sepadan dan berkesesuaian, “punkasnya.
Ia menegaskan bahwa eskalasi kegiatan penaganan pada pengelolaan infrastruktur proyek preservasi jalan Togulu – Tentena sejauh 50 kilo meter, dan nilai pagu Rp.114.242.816.000 miliar itu, sejauh ini bahwa kondisi perkembangan pengerjaan proyek tersebut, dikerjakan dengan optimal.
Spesifikasi untuk standar teknis pekerjaan, juga termasuk indeks *kuantitas (Qty)* bobot disetiap item tahap pengaspalan, tingkat keselarasan dan juga kualitasnya tampak kontras dan presisi, sehingga terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan sepadan.
“Terlebih dalam siatem pengelolaan proyek ruas Tagulu – Tentena ini, cederung mengutamakan acuan metodelitas penerapan output pekerjaan yang efesien dan sesuai bestek, “tandasnya.
Redaktur (Lengie)




















Komentar